IPARI Aceh Utara Luncurkan Podcast Lentera Pase, Perkuat Edukasi Keagamaan di Era Digital

22 Sep 2026 - 21:10
Peluncuran Podcast Lentera Pasee PD IPARI Aceh Utara dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., di Kantor Sekretariat PD IPARI Aceh Utara, Lhoksukon. Prosesi launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag Aceh, didampingi Kakankemenag Aceh Utara dan sejumlah pejabat dan tamu undangan. Dok. Humas IPARI
1 dari 3 halaman

LHOKSUKON, koranindependen.co — Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Aceh Utara meluncurkan Podcast Lentera Pase, Selasa (22/9/2026). Inovasi ini menjadi upaya IPARI memperluas penyampaian informasi, edukasi, dan pesan keagamaan kepada masyarakat melalui media digital.


 

Peluncuran dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., di Kantor Sekretariat PD IPARI Aceh Utara, Lhoksukon. Prosesi launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag Aceh, didampingi sejumlah pejabat dan tamu undangan.


 

Kegiatan kemudian dibarengi dengan peusijuek kantor sekretariat yang dipimpin Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, yang akrab disapa Walidi.


 

Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag., M.Si., para kepala seksi dan penyelenggara, Ketua Pokjaluh Aceh, unsur Muspika Lhoksukon, Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon, Kepala Bank Aceh Syariah KCP Lhoksukon, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara, jajaran pengurus PD IPARI Aceh Utara, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.


 

Dalam sambutannya, H. Azhari mengapresiasi peluncuran Podcast Lentera Pase sebagai bentuk adaptasi penyuluh agama terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.


 

“Podcast merupakan sebuah keniscayaan hari ini. Penyampaian pesan tidak lagi hanya melalui cara-cara konvensional, tetapi juga melalui media digital yang lebih mudah diakses dan menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Azhari.