Wisuda ke-37, PNL Kukuhkan 1.134 Lulusan, 639 Raih Cumlaude dan Terapkan Ijazah Elektronik
Capaian akademik yang turut menjadi perhatian pada wisuda tahun ini adalah keberhasilan 639 lulusan meraih predikat cumlaude, atau sekitar 56,35 persen dari keseluruhan wisudawan. Proporsi tersebut mencerminkan capaian prestasi akademik yang menggembirakan sekaligus menjadi indikator positif dalam penguatan budaya mutu, proses pembelajaran, dan pembinaan kompetensi mahasiswa di lingkungan PNL.
Salah satu terobosan penting pada penyelenggaraan wisuda tahun ini adalah penerapan ijazah dan transkrip akademik dalam format elektronik. Langkah tersebut mencerminkan komitmen PNL dalam mempercepat transformasi digital tata kelola akademik, meningkatkan efisiensi administrasi, memperkuat akuntabilitas, serta menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penerapan dokumen akademik elektronik memiliki makna strategis yang melampaui perubahan medium administrasi dari konvensional menuju digital. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan akademik yang berorientasi pada efektivitas, keamanan, kemudahan verifikasi, serta peningkatan aksesibilitas dokumen bagi lulusan dalam memasuki dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik yang ditandai dengan penyerahan ijazah, melainkan momentum transformasi intelektual sekaligus peneguhan tanggung jawab moral agar ilmu pengetahuan yang diperoleh mampu diwujudkan menjadi karya, pengabdian, dan kemanfaatan bagi kehidupan.
Menurut Rizal Syahyadi, hakikat pendidikan tinggi bukan semata-mata menghasilkan manusia yang menguasai pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu menerjemahkan kompetensi menjadi solusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan bangsa. Karena itu, keberhasilan pendidikan vokasi harus diukur secara komprehensif melalui kualitas lulusan, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PNL terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi vokasi yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pengembangan penelitian terapan, modernisasi infrastruktur pembelajaran, serta perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Ia mengungkapkan bahwa penguatan mutu akademik PNL ditopang oleh keberadaan lebih dari 90 laboratorium dan bengkel pendidikan, pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, serta keberhasilan 10 program studi meraih predikat Akreditasi Unggul. Menurutnya, berbagai capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang semakin berkualitas, relevan, dan berkelanjutan.