BLK Banda Aceh Beri Pelatihan Ketrampilan Kepada Narapidana Lapas Kelas III Lhoknga

Redaksi 10 September 2019 | 23:13 45
BLK Banda Aceh Beri Pelatihan Ketrampilan Kepada Narapidana Lapas Kelas III Lhoknga

Ist

Koran Independen, Lhoknga-Aceh Besar. - Sebanyak 32 narapidana Lapas Kelas III Lhoknga mendapatkan pelatihan ketrampilan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh. Kegiatan pembukaan pelatihan tersebut dilakukan di Aula Lapas Kelas III Lhoknga yang dihadiri oleh Ka. Lapas III Lhoknga, Kasi Penyelengara Latihan BLK dan Para Instruktur dari BLK. Selasa/10-09.

Kepala Seksi Penyelenggara Latihan, Mukhtar, ST. dalam sambutannya mengatakan Balai Latihan Kerja memberikan kegiatan pelatihan kepada narapidana di Lapas ini karena sudah menjadi tugas dari BLK memberikan kesempatan kepada warga negara bukan hanya masyarakat diluar, namun juga warga masyarakat yang sedang menjalani masa pidana di Lapas.

 Ini merupakan bukti bahwa pemerintah sangat memperhatikan warga negaranya dalam memberikan ketrampilan sehingga diharapkan akan bisa merubah kualitas hidup seseorang karena dibekali oleh ilmu dan ketrampilan yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

"Dalam pelatihan yang akan dilaksanakan nanti, gunakanlah dengan sebaik-baiknya dalam belajar untuk menimba ilmu dan ketrampilan dari isntruktur BLK, Karena kesempatan seperti ini jarang dijumpai, bersyukurlah kalian bisa diberi kesempatan untuk menimba ilmu agar memiliki ketrampilan yang nantinya diakui masyarakat luar, karena setelah selesai pelatihan akan mendapatkan sertifikat yang sangat perlu dipergunakan untuk mencari pekerjaan di luar ketika bebas," jelas Mukhtar.

Dalam kesempatan yang sama, Kalapas Lhoknga Priyo Tri Laksono menyampaikan ucapan terima kasih kepada BLK Banda Aceh telah berperan serta secara aktif terhadap program pembinaan kemandirian dengan memberikan pelatihan dan ketrampilan bagi narapidana di dalam Lapas.

Kerjasama ini harusnya selalu berkesinambungan karena dinamika narapidana di dalam Lapas mestinya juga berubah, ada yang masuk dan ada yang keluar, sehingga dengan dilakukan pelatihan secara terus-menerus diharapkan akan membantu proses pembinaan di dalam Lapas itu sendiri.

Priyo juga menjelaskan pada tahun 2019, kegiatan pelatihan semacam ini  sudah kedua kalinya dilakukan, yang mana sebelumnya awal tahun yaitu bulan maret juga dilaksanakan pelatihan Service AC.

Untuk kali ini ada 2 pelatihan yang dilakukan dengan waktu bersamaan, yaitu Pelatihan Service Kendaraan Bermotor dan Service Perbaikan Handphone yang masing masing peserta sebanyak 16 orang, sehingga total yang ikut 32 orang narapidana yang waktunya kurang lebih selama 35 hari kerja.

"Dengan diberikan ketrampilan kepada narapidana ini diharapkan bisa mengisi kegiatan positif selama di dalam lapas sehingga akan memberikan ketrampilan bagi mereka  yang akan berguna setelah mereka bebas nantinya," ungkap Priyo.