Kembalinya Faris Cup Sebagai Bentuk Mencegah COVID 19

Redaksi 21 Maret 2021 | 14:22 24
Kembalinya Faris Cup Sebagai Bentuk Mencegah COVID 19

Foto : Radja Fadlul Arabi

Oleh Radja Fadlul Arabi
Alumni Ruhul Islam Anak Bangsa

Forum Alumni Ruhul Islam anak bangsa atau yang dikenal dengan Faris kembali menghadirkan sebuah ajang turnamen futsal bergengsi  yang ditunggu-tunggu oleh seluruh ustadz, alumni dan santri serta civitas akademik Ruhul Islam anak bangsa yang dinamakan dengan Faris Cup.

Faris cup ini merupakan sebuah turnamen futsal yang dilaksanakan setiap setahun sekali oleh alumni dan panitia yang berbeda-beda, Faris cup ini diikuti oleh seluruh alumni, ustadz dan Civitas akademik. Adapun tujuan dari pelaksanaan Faris cup ini adalah untuk mempererat silaturahmi kembali antara ustadz dan alumni setelah sekian lama mereka berpisah.

Forum Alumni Ruhul Islam Anak Bangsa adalah sebuah wadah perkumpulan silaturahmi yang dibentuk oleh alumni Ruhul Islam Anak Bangsa dengan bertujuan meningkatkan silaturahmi antara sesama alumni, dan Faris ini mempunyai beberapa program yang dimulai dengan Peusijuk Adek leting, Buka Puasa Bersama, dan Faris Cup.

Pada tanggal 20 Maret 2021 tepatnya di lapangan Fair Play Seutui, Banda Aceh adalah sebuah hari yang dinantikan oleh seluruh pencinta futsal keluarga besar Faris. Sebelum hari pembukaan para alumni sudah berlatih dengan semaksimal mungkin, dan pada tahun ini adalah tahun ini Faris Cup kembali digelar setelah tahun 2020 akibat COVID Pandemi-19, dan pada tahun Faris Cup digelar dengan mengikuti protokol kesehatan. Pada tahun ini panitia futsal dipegang oleh alumni 18 yang diketuai oleh saudara Muliadi.

Muliadi selaku ketua panitia mengatakan dalam sambutannya yaitu “Acara Faris Cup adalah salah satu dari beberapa agenda Faris dan saya sebagai ketua panitia berharap agar Faris cup ini berjalan dengan damai, aman dan tertib. Saya juga mengharapkan agar Faris cup ini dapat menjadikan momen persaudaraan yang semakin kuat meskipun kita terpisah satu-persatu. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bersusah payah dalam menyukseskan acara kita bersama dan juga saya berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor. Saya juga mengharapkan agar pemain futsal tidak saling menyakiti dan saling mendendam akan tetapi futsal ini adalah salah satu cara agar kita tetap sehat bugar dan juga pikiran dengan bersilaturahmi di dalam futsal”.

Munawir merupakan perwakilan daripada Faris mengatakan dalam sambutannya yaitu “saya selama berada di lapangan ini melihat adek-adek saya sekarang ini mengingatkan saya seperti saya kembali ke masa sekolah dulu, dan bermain futsal seperti ini membuat saya teringat di waktu sekolah dulu. Kita boleh berpisah namun silaturahmi harus tetap berjalan karena tanpa guru dan kawan kita bukanlah siapa-siapa. Dan saya juga mengharapkan agar seluruh pemain agar dapat bermain dengan sportifitas, dan mari kita jadikan ukhuwah futsal ini adalah ukhuwah yang dapat mengeratkan hubungan silaturahmi dan saya menginginkan agar setelah acara Faris Cup ini kita harus sering mengadakan acara silaturahmi seperti ini”.
 

Sebelum membuka acara, ustadz Muhammad Fadhillah yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah mengatakan dalam sambutannya yaitu “Ini adalah momen silaturahmi yang sangat luar biasa, silaturahmi yang biasa kita kenal yaitu duduk di warung kopi sampai tengah malam, tapi bagi Faris sendiri ini adalah suatu momen yang momen ini membuktikan bahwasanya silaturahmi itu bisa dilaksanakan dalam bentuk sepakbola futsal”.

Saya menginginkan kepada angkatan-angkatan muda agar mampu mencontohi bagaimana abang-abang leting kalian, mereka berusaha datang, membuang tenaga mereka, menghilangkan aktivitas mereka hanya demi satu yaitu silaturahmi di dalam Faris Cup, oleh sebab itu maka adik-adik agar setelah kalian selesai dari sekolah maka harus lebih sering bersilaturahmi dengan abang-abang leting kalian.

Dan saya berterima kasih juga kepada para alumni, panitia serta sponsor yang telah berusaha memeriahkan acara ini, semoga kebaikan kalian semua diberikan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Saya juga mengharapkan agar pemain mampu mengontrol emosinya, dan saya juga mengharapkan agar pertandingan ini berlangsung secara sportivitas dan saya mengharapkan juga setelah pertandingan jangan ada dendam di antara kita namun selesai pertandingan maka acara mari kita kuatkan silaturahmi Faris. Dengan mengucapkan Bismillah Rahmani Rahim acara Faris Cup 2021 dibuka!.

Faris Cup ini telah dibuka semenjak tanggal 6-16 Maret 2021, dan berlokasi di lapangan Fair Play Seutui, Banda Aceh. Setiap tim diharuskan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 500.000, dan setiap tim diharuskan mempersiapkan berkas seperti foto copi kartu tanda penduduk dan foto sebesar 3x4 satu lembar.

Faris Cup 2021 diikuti oleh   puluh tim dari dua puluh empat angkatan, ada yang menjadi dua club dalam satu angkatan, ada yang menjadi satu angkatan satu club, ada juga yang bersatu dari beberapa angkatan menjadi satu club, begitulah prosedur pembagian kesebelasan yang ada di lapangan futsal tersebut.

Untuk jumlah pemain maka panitia mewajibkan setiap tim berjumlah dua belas orang dengan dua official yaitu manajer dan pelatih, dan setiap pemain yang berada di dalam tim tersebut diharuskan santri aktif, ustadz dan akademik sekolah. Setiap tim juga diharuskan menggunakan baju yang seragam sesuai keinginannya masing-masing dari tim tersebut.

Untuk sistem pertandingan grup sendiri, maka panitia kali ini menggunakan sistem gugur grup yaitu setiap grup berjumlah empat tim, untuk juara grup dan peringkat dua maka mereka berhak lolos ke babak selanjutnya, di babak perempat final maka juara grup akan menghadapi peringkat kedua dari grup lain. Waktu yang diberikan selama bermain futsal yaitu berjumlah dua puluh lima menit.

Dalam setiap perlombaan pasti ada pemenang, istilah itu begitu lekat terhadap pendengaran kita, oleh sebab itu maka turnamen Faris Cup ini menyediakan atau mempersembahkan hadiah piala bagi para pemenang, dimulai dari  tim juara satu, dua dan tiga maka mereka berhak membawa  piala dan uang sebesar satu juta rupiah, tujuh ratus ribu rupiah, dan lima ratus ribu rupiah. Tidak ketinggalan pula bahwasanya para pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak yang dikenal dengan nama top skor dan pemain terbaik, maka mereka diberikan hadiah juga oleh panitia Faris Cup yaitu berupa piala dan uang sebesar seratus lima puluh ribu rupiah.

Penulis berharap kepada seluruh pembaca, pemain, panitia serta semuanya yang telah berusaha menyelenggarakan akan terjadinya Faris cup ini mampu menjadikan salah satu turnamen yang bisa meningkatkan kualitas sepakbola futsal, dan juga mampu menjadi salah satu teladan atau contoh bagi semua masyarakat Indonesia agar terus berkarya dalam berbagai macam tantangan dan rintangan.

Dan penulis juga berharap agar Faris Cup ini mampu menjadi ajang silaturahmi yang bernuansa olahraga dengan menerapkan protokol kesehatan Pandemi COVID 19, dan penulis juga berharap agar masyarakat Indonesia teruslah menjaga kesehatan dan terus mengikuti protokol kesabaran yaitu mencuci tangan, memakai masker serta tidak lupa pula bahwasanya masyarakat Indonesia juga diharuskan agar selalu beribadah dan berolahraga. Nah!