Usai Upacara Bendera, Tokoh Subulussalam Ziarah ke Makam Raja Sultan Daulat 

Redaksi 17 Agustus 2019 | 16:29 123
Usai Upacara Bendera, Tokoh Subulussalam Ziarah ke Makam Raja Sultan Daulat 

Istimewa

Koran Independen, Subulussalam -  Usai peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di lapangan Sada Kata, sejumlah tokoh Subulussalam melaksanakan ziarah ke makam Raja Sultan Daulat di Desa Singgersing Kota Subulussalam, Sabtu (17 Agustus 2019).

Kali ini tampak hadir beberapa tokoh lembaga OKP seperti KNPI, IKAPAS, Kepala Instansi Pemerintahan Kota Subulussalam dan juga beberapa tokoh yang merupakan keturunan Raja Sultan Daulat. 

Sehari sebelumnya beberapa Akademisi Universitas Medan juga melakukan ziarah ke makam raja tersebut, para akademisi tersebut merupakan undangan Kepala Mukim Batu Batu sebagai wujud pemantapan proses pengajuan Sultan Daulat sebagai Pahlawan Nasional. 

Kepala Mukim Batu Batu Arisman Sambo yang juga merupakan cucu Sultan Daulat mengatakan sangat bahagia, dimana di momen HUT RI ke 74 ini para pemuda dan tokoh Subulussalam masih begitu peduli dengan sejarah, dan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Pahlawan Kota Subulussalam.

"Kita harapkan Pemerintah Kota Subulussalam mau memperjuangkan Raja Sultan Daulat sebagai Pahlawan Nasional dan tentuya dengan dinobatkan nya Sultan Daulat sebagai Pahlawan akan meningkatkan eksistensi Budaya dan Sejarah Kota Subulussalam, harapan kita juga semoga kunjungan para tokoh kali ini bukan hanya di momen HUT RI tapi juga di acara acara besar lainnya." Ujar Arisman Sambo.

Ketua KNPI Subulussalam Edi Bako saat di hubungi menyampaikan mendukung wacana mukim mengajukan Sultan Daulat sebagai Pahlawan Nasional, namun Mukim tidak mampu bekerja sendiri, mesti ada dukungan dari Pemerintah Kota Subulussalam. 

"ini yang harus kita dorong, apalagi ini adalah sejarah yang tidak boleh di lupakan", Sebut Edi Bako. 

Sedangkan aktivis muda Subulussalam Muzir Maha menyampaikan bekas kerajaan Sultan Daulat masih bisa kita temui di lokasi sekitar makam atau di hilir sungai Rikit, sehingga tidak ada kata terlambat jika ingin mengeksplorasi isi kandungan nya, seperti yang disampaikan kepala Mukim beberapa waktu yang lalu, dalam hal pengajuan Sultan Daulat sebagai Pahlawan Nasional tentunya perlu bukti sejarah yang otentik, dan seberapa besar pengaruh nya di masa lalu. 

"Kita dorang Pemerintah Subulussalam untuk mengundang tim arkeologi dan tim ahli lainnya untuk mengupas tuntas tentang sejarah Sultan Daulat, karena selama ini kita hanya mendengar sejarah Sultan Daulat dari mulut ke mulut tapi belum kita temukan dalam bentuk tertulis secara langsung utuh, dan agar generasi kita tidak buta sejarah, alangkah baiknya buku yang sudah di buat nantinya bisa dijadikan pelajaran sejarah di sekolah sekolah ataupun dalam mata pelajaran Muatan Lokal" Tutup Muzir Maha. (Red)