Isi Tausiah Safari Subuh, Murhaban : Rajab Sebagai Garis Start Menuju Sya'ban Menyambut Ramadhan

3 Feb 2024 - 23:06
Penyuluh Agama Islam KUA Paya Bakong Murhaban, SH., C.PS saat menyampaikan tausiah singkat safari subuh Kompas Aceh Utara di Masjid Baitul Maghfirah Kec. Baktiya.
2 dari 3 halaman

Jenazah sang ibu tidak di dalam liang lahat tersebut. Sang anak merasa kebingungan dan takut jika hal tersebut terjadi akibat ia lupa melaksanakan apa yang menjadi wasiat dari sang ibu kepadanya.

Seketika terdengar suara yang mengatakan "Tidakkah engkau tahu, bahwa barang siapa taat dan beribadah kepada kami di bulan Rajab, maka dia tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kubur."

"Dari kisah ini dapat kita simpulkan bahwa bulan Rajab memiliki keistimewaan yang luar biasa, sebab bulan Rajab juga disebut sebagai bulannya Allaah, maka mari kita bersyukur atas kesempatan yang masih Allah berikan kepada kita semuanya bisa berada di bulan rajab yang mulia ini" ucap Murhaban peraih nomine Penyuluh Agama Islam Award Kemenag RI 2023 itu.

Bendahara Pergunu Aceh Utara itu mengajak, sehingga mari kita pergunakan kesempatan mulia yang telah Allah berikan ini, untuk memaksimalkan keutamaan dan kelebihan yang ada di bulan Rajab ini.

Kader Nahdlatul Ulama dan GP Ansor Aceh Utara tersebut melanjutkan banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab ini, puncaknya adalah peristiwa Isra’ Mi’raj pada tanggal 27 Rajab yang menjadi mukjizat terbesar Rasulullah karena di dalamnya beliau mendapat perintah ajaran yang menjadi tonggak utama agama islam yaitu shalat.

Selain itu, Murhaban yang juga Anggota Humas dari PW IPARI Aceh itu menyampaikan kita meyakini bahwa keberadaan kita adalah merupakan umat Nabi Muahammad SAW yang hidup di akhir zaman.

Dikatakannya, maka kita harus sangat was was sebagaimana hadis yang pernah disampaikan oleh Rasullaah SAW tentang bagaimana keadaan umatnya nanti disuatu saat.

"Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara pula, mari kita simak apakah termasuk kita bagian dari kelima itu atau tidak," ajak Alumni Dayah Darul Huda Lueng Angen itu.