Selain mendata Muzakkir, Marlina juga menyalurkan paket Ramadhan berisi bahan kebutuhan dapur kepada warga lain di Lhok Meureu. Dengan penuh semangat, ia berjalan kaki dari rumah ke rumah, meskipun harus menembus kawasan hutan.
Lanjut ke Aceh Utara, Kunjungi Rumah Warga yang Memprihatinkan Usai di Aceh Timur, pada Kamis siang, Marlina melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Aceh Utara. Di sana, ia didampingi Musliana Ismail, istri Bupati Aceh Utara. Seperti di Aceh Timur, tujuan Marlina di Aceh Utara tetap sama, yakni mendata warga miskin yang belum memiliki rumah layak huni. Kali ini, ia melakukan pendataan di Kecamatan Tanah Pasir.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Marliah di Gampong Pande, seorang janda berusia 38 tahun yang hidup bersama dua anaknya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Rumah kecil mereka hanya berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk, berlantaikan tanah, dan beratapkan rumbia yang hampir roboh. Luasnya pun hanya sekitar 12 meter persegi. Melihat kondisi tersebut, Marlina tertegun.
Matanya berkaca-kaca, terenyuh menyaksikan kenyataan yang dihadapi Marliah dan anak-anaknya. Ia berjanji akan berupaya memperjuangkan agar Marliah mendapatkan bantuan rumah layak huni. Sebagai bentuk kepedulian langsung, Marlina menyerahkan paket Ramadhan berisi kebutuhan dapur kepada Marliah.
Bantuan serupa juga diberikan kepada tetangga Marliah dan beberapa warga lain yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Dari rumah Marliah, Marlina melanjutkan perjalanan ke rumah Suhardi di desa yang sama. Pria berusia 48 tahun itu tinggal bersama keluarganya dalam rumah berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk, dengan atap rumbia yang nyaris tidak bisa lagi melindungi dari hujan deras maupun angin kencang. Kondisi tempat tinggalnya tidak jauh berbeda dengan rumah Marliah. Lokasi selanjutnya adalah rumah Syadali, pria kelahiran 1978 yang sehari-hari bekerja sebagai pandai besi.