BI Salurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial Rp384 Triliun hingga Awal Agustus 2025

21 Aug 2025 - 17:51
1 dari 2 halaman

Jakarta | Koranindependen.co – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat likuiditas perbankan melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga pekan pertama Agustus 2025, penyaluran insentif KLM telah mencapai Rp384 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan Juli 2025 yang tercatat Rp376 triliun.

“Jumlah insentif KLM sampai minggu pertama Agustus 2025 mencapai Rp384 triliun,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/8/2025).

Dari total tersebut, penyaluran terbesar mengalir ke Bank BUMN senilai Rp171,5 triliun, disusul Bank Umum Swasta Nasional Rp169,2 triliun, Bank Pembangunan Daerah Rp37,6 triliun, serta kantor cabang Bank Asing Rp5,7 triliun.

Secara sektoral, dana insentif itu disalurkan untuk mendukung sektor-sektor prioritas, antara lain pertanian, real estat, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan, manufaktur, transportasi, pariwisata, pergudangan, ekonomi kreatif, UMKM, ultra mikro, dan sektor hijau.