2 dari 2 halaman
Masa depan demokrasi Indonesia kini ditentukan oleh keberanian untuk mendengar suara rakyat kecil: petani yang keberatan membayar pajak berlipat, nelayan yang kehilangan subsidi, guru yang resah melihat fasilitas pendidikan terbengkalai. Jika mereka terus dipaksa berdiam diri, protes akan berkembang menjadi ketidakpercayaan, dan dari ketidakpercayaan lahirlah krisis politik.
Demokrasi sejati hanya bisa bertahan jika pemerintah berani berbagi kekuasaan dan keuangan secara adil. Otonomi daerah bukan sekadar pasal dalam undang-undang, melainkan ruh dari Indonesia yang majemuk. Jika ruh itu hilang, maka kita hanya akan menyaksikan demokrasi di atas kertas, tanpa makna bagi rakyat di bawahnya. [aga]