Perkenalkan Fesyen Berkelanjutan dengan Metode Tumpang Sari

SukkhaCitta Luncurkan Koleksi Pertiwi

3 Sep 2025 - 17:01
1 dari 3 halaman

Koranindependen.co | SukkhaCitta dikenal menanam sendiri bahan baku serta pewarna alami untuk koleksi pakaiannya, sesuai konsep utama mereka yaitu fesyen berkelanjutan. Proses penanaman ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui metode tumpang sari yang sejalan dengan filosofi keberlanjutan yang mereka usung.

SukkhaCitta memanfaatkan sistem tanam tumpang sari dalam menanam kapas dan tanaman pewarna. Anastasia menjelaskan, jumlah petani kapas di Indonesia kini semakin sedikit. Untuk mendorong agar petani kembali menanam kapas, mereka menerapkan sistem tumpang sari, yaitu metode bercocok tanam dengan menempatkan dua atau lebih jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Dalam sistem ini, satu tanaman berperan sebagai tanaman utama, sementara yang lain menjadi pendamping.

Metode ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menghasilkan panen yang lebih beragam.

“Kenapa itu sebenarnya cara tanam yang menyembuhkan? Karena, kalau menanamnya secara monokultur saja, satu jenis tanaman saja, itu sebenarnya sangat merusak tanah. Unsur haranya sudah enggak ada lagi,” ujar Anastasia. Selama melakukan riset dan pengembangan kapas dengan metode tumpang sari, SukkhaCitta mengambil sampel tanah sebelum dan sesudah metode tersebut diterapkan. “Setelah ditanam (secara tumpang sari), tanahnya jadi lebih menyerap banyak karbondioksida karena sistem alamnya berfungsi. Ada cabai sebagai pestisida, dan pohon besar kayak pohon pisang atau kelapa sebagai shading. Jadi mereka saling merawat,” tambah Anastasia.