Perkenalkan Fesyen Berkelanjutan dengan Metode Tumpang Sari

SukkhaCitta Luncurkan Koleksi Pertiwi

3 Sep 2025 - 17:01
2 dari 3 halaman

Untuk kapas, hasil panen digunakan sebagai bahan baku pakaian yang ditenun dengan teknik ATBM oleh para ibu dari lima desa binaan SukkhaCitta. Sementara tanaman lain yang ditanam secara tumpang sari dipakai sebagai sumber pewarna alami. Dari sistem tanam inilah lahir koleksi terbaru mereka, PERTIWI: A Modern Heritage Edit, yang memadukan tiga busana tradisional Nusantara: beskap, kebaya, dan kain.

“Kami ingin petani-petani Indonesia ikutan mengadopsi, dengan melihat bahwa kita masih bisa lho menanam secara tumpang sari kayak leluhur kita dulu. Itu masih bermanfaat untuk mereka, dan untuk planet kita,” jelas Anastasia.

Pada Rabu, SukkhaCitta resmi meluncurkan koleksi terbarunya bertajuk PERTIWI: A Modern Heritage Edit. Koleksi ini hadir dalam tiga warna, yaitu putih, merah “Tree Bark Red”, dan cokelat krem “Heirloom Brown” khas SukkhaCitta. Anastasia menyebut ada satu warna yang menjadi “anak emas” bagi brand "a farm to closet" ini. “Warna merah ini sebenarnya warna yang spesial banget. Karena kami pakai 100 persen pewarna alami, jadi semuanya datang dari tanaman. Untuk mendapatkan warna merah itu sebenarnya susah banget,” ujar Anastasia.

Mereka melakukan riset bertahun-tahun demi memperoleh warna merah yang akhirnya digunakan dalam PERTIWI Edit. Warna tersebut dihasilkan melalui kombinasi tiga jenis kulit kayu, sehingga dinamakan “Tree Bark Red”.