Situasi ini membutuhkan perhatian serius, mereka perlu dibimbing, diarahkan, dan diayomi dengan baik. Di sinilah pemerintah wajib hadir secara nyata, menangani permasalahan ini secara komprehensif. Berikan ruang bagi mereka untuk menyalurkan inspirasi, untuk didengar dan diperhatikan, bukan sekadar disalahkan.
Ada dua faktor besar yang menyebabkan dekadensi moral remaja terjadi. Pertama, hilangnya keteladanan dalam keluarga. Kedua, merosotnya pendidikan dalam kehidupan mereka, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum. Dua faktor ini mampu melumpuhkan pola pikir generasi muda hingga menjadikan mereka generasi yang lemah bahkan berpotensi berbahaya.
Keteladanan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk karakter remaja. Banyak kasus menunjukkan bahwa orang tua terlalu sibuk dengan kehidupan masing-masing, mengejar karier dan aktivitas pribadi, hingga abai dalam mendidik dan membentuk karakter anak.
Padahal, rumah adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Ayah dan ibu seharusnya menjadi guru terbaik sekaligus teladan utama dalam keluarga. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak orang tua tanpa sadar menjadi penyebab rusaknya karakter anak-anak mereka sendiri.