Lapas Meulaboh Gandeng SLB Negeri Meulaboh, Wujudkan Pelayanan Inklusif dan Berbasis HAM

4 Nov 2025 - 12:52
2 dari 3 halaman

“Kami ingin pegawai Lapas memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu, dengan baik dan manusiawi. Pelatihan bahasa isyarat ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang empati, penghargaan, dan kesetaraan dalam pelayanan publik,” ujar Tendi Kustendi.

Lebih lanjut, Kalapas juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai P5HAM di lingkungan pemasyarakatan, di mana setiap individu berhak atas pelayanan tanpa diskriminasi. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Kepala SLB Negeri Meulaboh, Nur Fajar Amalia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif Lapas Kelas IIB Meulaboh yang ingin memperkuat kapasitas pegawainya dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Meulaboh yang peduli terhadap hak-hak disabilitas. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pegawai Lapas dapat memahami lebih dalam tentang dunia penyandang disabilitas / berkebutuhan khusus dan mampu memberikan pelayanan yang inklusif dan manusiawi,” ungkap Nur Fajar.

Usai kegiatan penandatanganan, Kalapas Meulaboh berkesempatan mengunjungi ruang-ruang kelas di SLB Negeri Meulaboh. Dalam kesempatan tersebut, Kalapas berinteraksi langsung dengan para siswa, menyapa dan melihat proses belajar mereka. Tendi tampak antusias menyaksikan berbagai aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru dan peserta didik dengan kebutuhan khusus.