Webinar Internasional HUT ke-20 Sukma Bangsa: Merawat Kolaborasi Global, Meneguhkan Pendidikan Transformatif
PIDIE, ACEH, 21 Juli 2026 | KORANINDEPENDEN.CO – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Sekolah Sukma Bangsa, Yayasan Sukma menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk “Perspectives on Sukma Bangsa School: Two Decades of Transformative Education, Collaboration, and Global Citizenship” pada Selasa (21/7/2026) pukul 09.00–12.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, serta mitra internasional dari berbagai negara sebagai ruang refleksi dan proyeksi masa depan pendidikan setelah dua dekade perjalanan Sekolah Sukma Bangsa.
Webinar menghadirkan para akademisi, praktisi pendidikan, dan mitra internasional dari Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, Afrika Selatan, serta sejumlah tokoh pendidikan nasional.
Selama dua dekade, Sukma Bangsa telah berkembang dari sekolah yang lahir pascakonflik dan tsunami Aceh menjadi institusi pendidikan yang terus membangun kolaborasi global demi menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi masa depan.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Sukma, yang juga Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa Sekolah Sukma Bangsa dibangun bukan hanya sebagai respons atas bencana yang pernah melanda Aceh, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun peradaban.
“Sekolah Sukma Bangsa dibangun untuk melahirkan warga dunia yang bukan hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu bekerja sama dengan manusia dari berbagai belahan dunia.”
Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang belajar bagi semua pihak, bukan hanya peserta didik. Guru, pengelola sekolah, yayasan, hingga mitra pendidikan harus terus belajar dan berkolaborasi untuk menjawab tantangan global yang terus berkembang.
Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi, mengungkapkan bahwa perjalanan dua puluh tahun Sukma Bangsa tidak dapat dipisahkan dari dukungan para mitra dan sahabat pendidikan dari berbagai negara.
“Dua puluh tahun Sukma Bangsa membuktikan bahwa pendidikan yang dibangun dengan ketulusan mampu melampaui batas geografi, budaya, bahkan negara.”