Webinar Internasional HUT ke-20 Sukma Bangsa: Merawat Kolaborasi Global, Meneguhkan Pendidikan Transformatif

21 Jul 2026 - 20:11
3 dari 3 halaman

Sementara itu, Dr. Baiquni dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam pengembangan pendidikan masa depan.
"Pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang mampu berdialog dengan akar budayanya sendiri, sekaligus terbuka terhadap perkembangan dunia."
Melalui perspektif etnoteologi yang disampaikannya, Baiquni menilai bahwa kekayaan nilai, tradisi, dan kearifan lokal Aceh dapat menjadi modal penting dalam membangun pendidikan yang relevan, berkarakter, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dalam sesi penutupan, Dewan Pengawas Yayasan Sukma, Samsir Alam, mengajak seluruh insan pendidikan untuk memastikan perubahan benar-benar terjadi di ruang kelas.
“Transformasi pendidikan tidak lahir dari dokumen kurikulum, tetapi dari apa yang terjadi setiap hari di ruang kelas.”
Menurutnya, pembelajaran yang bermakna harus mampu menghubungkan pengetahuan dengan budaya, sejarah, lingkungan, dan realitas kehidupan peserta didik sehingga pendidikan benar-benar menjadi sarana membangun peradaban yang lebih baik.

Ketua Panitia Webinar Internasional, Nadia Sabrina, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan Sukma Bangsa sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi global yang telah dibangun selama ini.
Menurut Nadia, kehadiran para pembicara dari berbagai negara menunjukkan bahwa pendidikan adalah kerja bersama yang melampaui batas wilayah dan latar belakang.
“Semangat yang ingin kami rayakan pada usia ke-20 ini adalah istiqamah dalam belajar, berkolaborasi, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat," tutup Nadia.

Narahubung:
Muchlisan Putra (Humas Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Direktorat Kerja Sama Antarlembaga)

HP 08116801334