P2TP2A Rumoh Putroe Aceh Imbau Istri Tidak Meninggalkan Rumah Usai Pertengkaran

18 Dec 2025 - 08:26
1 dari 3 halaman

Aceh Selatan, Koranindependen.co - Upaya menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga dinilai perlu didukung dengan sikap bijak dalam menghadapi konflik keluarga. Salah satunya melalui himbauan agar seorang istri tidak serta-merta meninggalkan rumah setelah terjadi pertengkaran, selama tidak berada dalam kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa.

Hal tersebut disampaikan oleh Gusmawi Mustafa, Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, yang menekankan bahwa rumah tangga sejatinya dibangun di atas nilai sakinah, mawaddah, dan warrahmah, di mana konflik merupakan bagian dari perjalanan yang seharusnya diselesaikan dengan ketenangan dan kebijaksanaan.

“Pertengkaran dalam rumah tangga adalah ujian. Namun rumah juga seharusnya menjadi tempat kembali untuk menenangkan hati, bukan tempat yang ditinggalkan saat emosi belum terkendali,” ujar Gusmawi.

Menurutnya, pertengkaran kerap diiringi luapan emosi yang membuat nalar dan pertimbangan rasional tidak bekerja secara optimal. Dalam kondisi tersebut, keputusan untuk keluar rumah dikhawatirkan justru memperbesar masalah dan berujung pada penyesalan di kemudian hari.

Selain itu, tetap berada di rumah setelah konflik dinilai penting untuk menjaga kehormatan dan martabat keluarga. Gusmawi mengingatkan bahwa seorang istri yang keluar rumah tanpa tujuan jelas, terlebih pada malam hari, berpotensi memunculkan fitnah dan prasangka di tengah masyarakat, yang pada akhirnya menambah luka di dalam rumah tangga itu sendiri.