Di samping itu, Sekda juga menyoroti kenaikan harga pada komoditas cabai merah dan meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh untuk terus memantau harga dan menyiapkan strategi antisipasi lonjakan harga. Selain itu, ia juga mendorong agar masyarakat juga digerakkan untuk menanam komoditas yang menjadi indikator inflasi, seperti cabai, guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Robby Irza, menyampaikan arahan terkait permintaan Wakil Gubernur Aceh kepada Presiden Republik Indonesia untuk bantuan sapi meugang menjelang Idulfitri. Ia menginstruksikan Dinas Peternakan Aceh agar segera melakukan pendataan untuk memastikan distribusi sapi meugang merata dan tidak terkonsentrasi di satu wilayah.
“Pendataan ini penting agar bantuan sapi meugang bisa tersalurkan merata sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.
Adapun upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan Pemerintah Aceh meliputi sidak pasar, pelaksanaan Pasar Tani, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pasar murah di 23 kabupaten/kota. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi ongkos angkut (FDP), pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di sejumlah daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), program mudik gratis, dan pasar murah menjelang Idulfitri di beberapa kabupaten/kota.