Prestasi Hafidz Aceh Ketiga Kalinya Terabaikan, Pemerintah Diminta Tak Hanya Pandai Berseri

25 Jun 2026 - 22:54
1 dari 3 halaman

 

ACEH TAMIANG – M. Khalil Al Hushary, bocah 9 tahun asal Aceh Tamiang, baru saja mengukir prestasi nasional untuk ketiga kalinya dengan merebut Juara 1 Hafidz Qur'an di Lamongan, Jawa Timur. Tiga kali. Namun, dari tiga kali itu, Pemerintah Aceh dinilai tak pernah bergerak—hanya pandai menyerukan semangat, tetapi minim tindakan nyata di lapangan.

Khalil—begitu ia akrab disapa—kembali menaklukkan ribuan peserta terbaik se-Indonesia. Di usianya yang belum genap satu dasawarsa, ia telah menjadi kebanggaan Aceh di tingkat nasional. Tiga kali. Bukan satu, bukan dua. Tapi tiga kali.

"Pemerintah Aceh hanya pandai memberi ucapan selamat di media sosial. Kami minta hadir secara nyata. Ini ketiga kalinya—berapa kali lagi kami harus menang untuk mendapat perhatian?" ujar keluarga Khalil dengan nada kecewa.

Pemerintah Aceh: Janji di Panggung, Diam di Belakang Panggung

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah pernah menyatakan ambisi besar Aceh untuk melahirkan generasi qari, qariah, hafizh, dan hafizah terbaik dunia. Di panggung seremonial, janji itu bergema. Namun saat hafidz muda asli Aceh benar-benar lahir dan berprestasi tiga kali berturut-turut, respons pemerintah nyaris tak terdengar.