Prestasi Hafidz Aceh Ketiga Kalinya Terabaikan, Pemerintah Diminta Tak Hanya Pandai Berseri

25 Jun 2026 - 22:54
2 dari 3 halaman

Dinas Syariat Islam dan Dinas Pendidikan Aceh yang menjadi garda terdepan pembinaan SDM Qur'ani, hingga kini belum menunjukkan gerak cepat. Tak ada program beasiswa, tak ada pendampingan, tak ada tindak lanjut. Padahal usia 9 tahun adalah masa emas yang jika dilewatkan, potensi emas ini akan sia-sia.

Apa Yang Kami Tuntut:

1. Instruksi gubernur/wagub kepada Dinas Syariat Islam dan Dinas Pendidikan untuk merespon Khalil dalam waktu 7 hari.
2. Program pembinaan berkelanjutan—bukan insidentil, bukan seremonial.
3. Beasiswa pendidikan hingga jenjang tinggi, dalam dan luar negeri.
4. Libatkan Baitul Mal Aceh dan Aceh Tamiang untuk memberikan dukungan fasilitas yang layak.

Ini Ujian Serius Pemerintah Aceh

Prestasi Khalil adalah ujian bagi pemerintah: apakah Aceh serius membangun SDM Qur'ani, atau hanya sekadar retorika tahunan? Jika tidak ada respons nyata untuk hafidz sekelas Khalil, untuk siapa lagi janji-janji pembangunan SDM itu diucapkan?

Masyarakat Aceh menunggu. Publik menunggu. Dan Khalil, bocah 9 tahun yang telah tiga kali membawa nama Aceh ke panggung nasional, juga menunggu.