Singkil dan Subulussalam Harus Menjadi Bagian BARSELA, Jangan Usir Anak Kandung Aceh Selatan

26 Jun 2026 - 20:14
3 dari 3 halaman

Mengeluarkan Aceh Singkil dan Kota Subulussalam dari konsep ABAS justru menunjukkan cara berpikir yang kurang strategis. Akibatnya bukan hanya wilayah menjadi lebih kecil, tetapi juga jumlah penduduk berkurang sekitar 200 ribu jiwa, kapasitas fiskal menurun lebih dari Rp100 miliar PAD, potensi investasi menyusut, akses perdagangan lintas provinsi melemah, dan daya tawar politik di hadapan pemerintah pusat ikut berkurang.

Dalam pembentukan daerah otonom baru, yang dicari bukan provinsi yang kecil, melainkan provinsi yang layak, kuat, memiliki potensi ekonomi, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan baru. Semua indikator tersebut akan jauh lebih kuat apabila Aceh Singkil dan Kota Subulussalam menjadi bagian dari BARSELA.

Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat meninggalkan cara berpikir yang sempit. Jangan lagi melihat Singkil dan Subulussalam sebagai daerah di luar kepentingan ABAS. Sebaliknya, keduanya harus dipandang sebagai bagian yang melengkapi kekuatan kawasan, baik dari sisi sejarah, budaya, geografi, ekonomi, aspirasi masyarakat, maupun strategi pembangunan.

Jika benar yang diperjuangkan adalah kemajuan Barat Selatan Aceh, maka tidak ada alasan untuk "membuang anak kandung sendiri". Yang harus dilakukan justru merangkul seluruh kawasan yang memiliki ikatan sejarah, dukungan masyarakat, dan kepentingan pembangunan yang sama. Dengan demikian, Barat Selatan Aceh akan lahir sebagai provinsi yang utuh, kuat, memiliki legitimasi politik yang lebih besar, serta memperoleh dukungan yang lebih meyakinkan di hadapan Pemerintah Pusat. [*]