Kakankemenag Aceh Utara Dampingi Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag RI Tinjau Rumah Duafa Bahagia di Cot Girek

13 Aug 2026 - 17:27
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag., M.Si mendampingi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag meninjau langsung rumah mustahik penerima program zakat di Gampong Pucok Alue dan Gampong Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (13/8/2026). Foto : Ist.
2 dari 3 halaman

Selain meninjau rumah mustahik, Dirzawq Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono juga menyempatkan diri mengunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cot Girek. Dalam kunjungan tersebut, beliau memeriksa penataan berkas dan dokumen Akta Ikrar Wakaf (AIW) serta mengonfirmasi langsung pelaksanaan tugas Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) di KUA Cot Girek.

Pada kesempatan itu, Prof. Waryono menegaskan bahwa Kepala KUA selaku PPAIW memiliki peran strategis dalam mendukung program nasional percepatan sertifikasi tanah wakaf. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pemberdayaan wakaf produktif agar aset wakaf tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.


 

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke rumah-rumah mustahik penting dilakukan agar program zakat benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.


 

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita dapat melihat kondisi riil masyarakat sehingga bantuan zakat yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima,” ujarnya.


 

Ia menambahkan bahwa program Rumah Duafa Bahagia tidak hanya bertujuan menyediakan hunian yang layak, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi keluarga mustahik.


 

Kegiatan ini diprakarsai oleh LAZ Islamic Relief Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut Koordinator Pusat Islamic Relief Indonesia Candra, Koordinator Islamic Relief Aceh Yusrizal, tim Islamic Relief Aceh Utara dan Lhokseumawe, serta tim engineering Islamic Relief yang sejak awal mengawal proses pembangunan rumah hingga selesai.