Mewakili Kakanwil Kemenag Aceh, H. Shaifuddin Motivasi Wisudawan Ma’had Aly Malikussaleh Raih Pendidikan Hingga Doktor
Selain itu, H. Shaifuddin berpesan agar ilmu yang diperoleh diamalkan untuk kemaslahatan umat dan menjadi perekat masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Jadilah pembawa solusi di tengah masyarakat, bukan penambah persoalan. Tantangan zaman membutuhkan ulama yang mampu menjawab persoalan umat dengan ilmu dan hikmah,” katanya.
Dalam sambutannya, ia juga mengutip Peraturan Menteri Agama Nomor 71 Tahun 2015 yang menyebutkan bahwa Ma’had Aly didirikan untuk mencetak lulusan yang mutafaqqih fiddin (mendalami ilmu agama Islam) serta mengembangkan kajian keislaman berbasis kitab kuning.
H. Shaifuddin menjelaskan bahwa saat ini terdapat enam Ma’had Aly di Aceh, yaitu Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga, Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Ma’had Aly Syekh Muda Wali Al-Khalidy Darussalam Labuhan Haji, Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif Cot Trueng, Ma’had Aly Malikussaleh Panton Labu, dan Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah Matang Kuli.
Ia turut menyoroti penguatan kelembagaan pesantren melalui terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama yang menempatkan urusan pondok pesantren pada tingkat eselon I.