PNL Kukuhkan 1.655 Mahasiswa Baru, Direktur Tekankan Kompetensi, Karakter dan Adaptasi Teknologi
Direktur menambahkan, PNL tidak ingin mahasiswa kelak meninggalkan kampus hanya dengan membawa selembar ijazah. Lebih dari itu, lulusan harus membawa kompetensi, karakter, keberanian, jejaring, pengalaman, serta kemampuan untuk menciptakan masa depannya sendiri.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadi penonton di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan artificial intelligence, otomasi, transformasi digital, energi baru, ekonomi kreatif, dan berbagai teknologi mutakhir akan terus mengubah lanskap pekerjaan serta kebutuhan industri.
Karena itu, masa kuliah, menurutnya, tidak boleh berhenti pada rutinitas datang ke kampus, duduk di ruang kelas, menyelesaikan tugas, mengikuti ujian, lalu pulang. Mahasiswa didorong menghidupkan laboratorium dan workshop, aktif berorganisasi, membangun jejaring, mengikuti kompetisi, melahirkan inovasi, menguasai bahasa asing, teknologi dan kecerdasan buatan, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
“Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Orang-orang besar bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami kegagalan, tetapi mereka yang selalu mempunyai keberanian untuk bangkit setiap kali kehidupan menjatuhkannya,” katanya.
Direktur juga mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap masa depan. Pertanyaan “Setelah lulus, saya akan bekerja di mana?” perlu ditingkatkan menjadi pertanyaan yang lebih mendasar: “Kompetensi apa yang harus saya miliki agar dunia membutuhkan saya?”
Menurutnya, ketika kompetensi kuat, karakter terjaga, komunikasi baik, jejaring luas, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi terus diasah, lulusan tidak semata-mata menjadi pencari kesempatan, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang dicari oleh kesempatan.