“Kita tahu saat ini memang banyak masih kurangnya, tapi InsyaAllah kita akan terus upayakan lebih sempurna, baik itu WC, air bersih hingga listrik,” ujar Mualem.
Untuk diketahui, aspirasi warga soal listrik memang baru diterima Mualem pada hari kunjungan tersebut, namun jauh hari sebelumnya pada 8 Oktober 2026Mualem telah menyurati Dirut PLN untuk memperpanjang dukungan layanan listrik bagi masyarakat korban banjir yang masih menempati hunian sementara (huntara).
Dalam surat itu, Mualem menjelaskan, berdasarkan perkembangan terakhir, dukungan layanan listrik tersebut akan berakhir pada Oktober 2026. Sementara itu, masih terdapat masyarakat terdampak bencana yang tinggal di huntara karena pembangunan hunian tetap (huntap) belum seluruhnya selesai dan belum dapat ditempati.
“Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan layanan listrik menjadi bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju pemulihan,” demikian isi surat tersebut.