“Peringatan HUT ini juga bisa menjadi sarana edukasi dan penguatan spiritual, agar setiap kegiatan kita tetap sejalan dengan syariat dan adat. Ini penting untuk memperkuat identitas keacehan dan mempererat hubungan antar generasi,” tambahnya.
Senada dengan itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, juga mengajak semua pihak menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk merenungkan kembali sejarah, jati diri, serta arah pembangunan ke depan.
“Banda Aceh telah menjadi saksi banyak peristiwa besar, mulai dari masa kejayaan hingga perjuangan dan kebangkitan. Kini, tanggung jawab kita bersama adalah merawat dan mengembangkan warisan itu dengan semangat kolaborasi, demi terciptanya kota yang aman dan nyaman,” kata Illiza.
Ia menekankan bahwa pembangunan Banda Aceh sebagai kota inklusif dan kolaboratif harus melibatkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat. “Semua pihak harus terlibat dan berkontribusi, sehingga setiap ruang di kota ini bisa menjadi tempat berkarya yang penuh inovasi,” harapnya.