
Menurut relawan sosial kemanusiaan Aceh Selatan, M. Rizal Fandi, S.Pd.I, krisis fiskal ini harus ditangani sebagai tanggung jawab bersama.
“Tidak mungkin hanya Bupati dan Wakil Bupati yang memikul beban ini. Perlu keterlibatan semua pihak, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, aparatur gampong, pelaku usaha, hingga akademisi,” ujar Rizal Fandi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam kegaduhan politik dan saling menyalahkan. “Kita perlu membuktikan bahwa Aceh Selatan mampu bangkit bersama,” tambahnya.
Meski berada dalam tekanan fiskal, Pemerintah Aceh Selatan tetap menjalankan sejumlah program prioritas. Program 100 hari kerja telah berhasil diluncurkan secara bertahap sebagai bentuk komitmen pemulihan.
“Alhamdulillah, walau dalam kondisi sulit, program-program awal tetap bisa dijalankan dengan semangat kebersamaan. Ini menjadi sinyal awal bahwa Aceh Selatan perlahan bangkit,” kata Bupati Mirwan.