Google Hentikan Pengembangan Pixel Tablet meski Pasar Global Masih Tumbuh

28 Aug 2025 - 16:47
1 dari 2 halaman

Koranindependen.co | Google memutuskan untuk menghentikan pengembangan perangkat tablet miliknya, hanya dua tahun setelah merilis Pixel Tablet pertama pada 2023. Keputusan ini diambil karena Google menilai masa depan kategori tablet masih belum jelas dan kurang memberikan nilai berarti bagi konsumen. Dalam wawancara dengan Bloomberg usai acara tahunan Made by Google 2025, salah satu eksekutif menyatakan bahwa pengembangan generasi berikutnya dari Pixel Tablet dihentikan untuk waktu yang tidak ditentukan. Pixel Tablet sendiri dirilis dengan harapan membangkitkan kembali ekosistem tablet Android. Namun, tanpa adanya data penjualan resmi, sejumlah laporan menunjukkan bahwa perangkat tersebut tidak berhasil menarik minat pasar.

"Tidak ada skenario di mana pengguna akan membawa sebuah tablet," ujar Shakil Barkat, Wakil Presiden Devices and Services Product Group di Google. Menurutnya, kebutuhan sehari-hari pengguna sudah tercukupi dengan smartphone serta perangkat pendukung lainnya seperti smartwatch, earbud, dan kacamata pintar.

Langkah Google ini cukup bertentangan dengan tren industri saat ini. Berdasarkan data dari Canalys, pasar tablet global justru tumbuh sebesar 9 persen pada kuartal pertama 2025. Apple, sebagai pemimpin pasar, mengapalkan 13,7 juta unit iPad dengan pertumbuhan 14 persen. Xiaomi bahkan mencatat lonjakan pertumbuhan hingga 56 persen. Produsen lain seperti Huawei, Nubia, Honor, dan Samsung tetap aktif merilis tablet baru, termasuk seri Galaxy Tab S10. Data ini menunjukkan bahwa permintaan tablet secara global masih cukup kuat.

Keputusan Google juga tampak tidak sejalan dengan pengembangan fitur terbaru di Android 16, seperti multitasking dan mode desktop, yang dinilai sangat cocok untuk digunakan di perangkat tablet. Fitur-fitur tersebut bahkan menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk mengintegrasikan Android dengan ChromeOS. Sementara itu, Samsung terus berupaya menjadikan tablet sebagai alternatif pengganti PC melalui fitur Samsung DeX.