Meulaboh | KORANINDEPENDEN.CO – Satu pekan setelah pemungutan suara senat, posisi Prof. Nyak Amir dalam pemilihan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2026–2030 semakin sulit digeser. Dengan kemenangan telak 14 suara di putaran pertama, akademisi dari Universitas Syiah Kuala ini kini berdiri sebagai kandidat terdepan yang sangat diunggulkan untuk memimpin kampus di Meulaboh tersebut.
Senat UTU telah menetapkan tiga calon resmi: Nyak Amir di peringkat pertama, disusul Irwansyah dan Iskandar AS. Ketua Panitia Pemilihan Rektor T.p Alamsyah menyatakan ketiganya akan menjalani wawancara menteri. Meski penentuan akhir menggunakan bobot 65 persen suara senat dan 35 persen penilaian menteri, dominasi Nyak Amir di internal kampus memberinya modal politik yang sangat kuat.
Rekam Jejak dan Momentum
Lahir di Rawang Itik, Aceh Utara, 25 November 1974, Nyak Amir menyelesaikan doktor Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Surabaya pada 2004. Guru besar Pendidikan Olahraga di FKIP Universitas Syiah Kuala ini juga memimpin Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Aceh. Pengalaman lintas akademik dan organisasi daerah itu membedakannya dari calon lain yang lebih kuat di disiplin murni atau teknis.
Meski pemungutan suara sudah berlalu sejak 23 April, analisis pasca pemungutan menunjukkan bahwa dukungan mayoritas senat bukan sekadar dukungan emosional, melainkan pilihan strategis. Di tengah tuntutan akreditasi, peningkatan publikasi, dan relevansi lulusan dengan kebutuhan Aceh, figur yang memiliki pengalaman kepemimpinan praktis di tingkat provinsi dinilai memiliki keunggulan tersendiri.