Dengan sistem penilaian yang masih memberikan bobot besar pada suara senat, Nyak Amir memasuki tahap akhir dengan posisi yang sangat menguntungkan. Pesaingnya memiliki kekuatan masing-masing yaitu Irwansyah di bidang teknik dan Iskandar AS di ranah kependidikan, namun momentum dan dukungan internal saat ini jelas berpihak pada Nyak Amir.
Wawancara menteri nanti tetap menjadi ujian krusial untuk menilai visi dan keselarasan dengan agenda nasional pendidikan tinggi. Namun, jika tidak ada kejutan besar, Nyak Amir saat ini tampak sebagai kandidat yang paling mungkin keluar sebagai pemenang.
Proses ini tidak hanya menentukan siapa yang akan memimpin UTU empat tahun ke depan, tetapi juga menguji apakah pemilihan rektor dapat menghasilkan figur yang mampu menjembatani dunia akademik, kebutuhan daerah, dan aspirasi sivitas akademika secara utuh. [*]