Sebenarnya, ini bukan kali pertama Google menarik diri dari pasar tablet. Sejak 2012, perusahaan sudah beberapa kali mencoba peruntungan di kategori ini, dimulai dari Nexus 7 hasil kerja sama dengan Asus dan Nexus 10 buatan Samsung yang hadir dengan layar beresolusi tinggi. Namun, keterbatasan aplikasi Android yang dioptimalkan untuk layar besar membuat tablet-tablet tersebut sulit bersaing dengan iPad.
Pada 2015, Google merilis Pixel C sebagai tablet premium dengan aksesori keyboard tambahan. Sayangnya, perangkat ini dianggap belum matang karena Android saat itu belum mendukung fitur multitasking secara optimal. Upaya selanjutnya dilakukan lewat Pixel Slate berbasis ChromeOS yang diluncurkan pada 2018. Meskipun tampil menarik dan ditujukan untuk produktivitas, perangkat ini mengalami masalah performa dan gagal bersaing dengan Surface maupun iPad Pro.
Tahun 2019, Google sempat menghentikan produksi tablet dan memfokuskan diri pada pengembangan Chromebook. Namun, mereka kembali mencoba masuk ke pasar tablet lewat Pixel Tablet berbasis Android pada 2023. Sayangnya, produk ini juga tidak mampu menarik perhatian konsumen dan gagal menghidupkan kembali ekosistem tablet Android. [aga]