Wali Santri MTsS Nurul Falah Meulaboh Keluhkan Fasilitas Belajar, Program Ibda’ Kitab, dan Digitalisasi

Meulaboh, Koranindependen.co - Sejumlah wali santri MTsS Nurul Falah Meulaboh mengeluhkan belum tersedianya bangku belajar bagi anak-anak mereka. Padahal, pembayaran untuk fasilitas tersebut telah dilakukan sejak masa penerimaan santri baru tahun ajaran 2025. Kondisi ini dinilai cukup mengganggu kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar di dalam kelas.
“Sampai hari ini anak saya masih duduk tanpa bangku tetap. Padahal, uang bangku sudah kami bayarkan lunas sejak awal masuk sekolah,” ujar salah satu wali santri kepada wartawan. Ia berharap pihak sekolah segera menindaklanjuti masalah ini dengan serius demi kelancaran pendidikan anak-anak mereka.

Dari laporan wali santri, terlihat beberapa ruang kelas kosong karena belum tersedia bangku dan meja belajar. Selain itu, sejumlah santriwati terpaksa belajar di ruang sempit yang tidak memadai, sementara sebagian santri dan santriwati lainnya tampak belajar di lapangan futsal sekolah.

Kondisi ini mengundang keprihatinan dari para orang tua yang menginginkan lingkungan belajar yang lebih layak dan aman.
Selain persoalan fasilitas, para wali santri juga menyoroti program Ibda' Kitab yang baru-baru ini dijalankan pihak sekolah.

Dalam program tersebut, para santri diajak belajar kitab ke Aceh Selatan dengan waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan dari Meulaboh. Sayangnya, durasi belajar yang singkat justru dinilai tidak sebanding dengan risiko dan biaya perjalanan.