DPR Ingatkan Risiko Tekanan Keuangan

Danantara dan KAI Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

1 Sep 2025 - 19:08
1 dari 2 halaman

Jakarta | Koranindependen.co – Badan Pengelola Investasi Danantara bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menjajaki solusi terkait beban utang besar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Sedang kami lakukan penjajakan, dan akan segera diselesaikan,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, Jumat (22/8/2025). Ia menegaskan proses penyelesaian utang KCIC akan berjalan beriringan dengan koordinasi bersama KAI, sebagaimana sebelumnya juga dipaparkan oleh Direktur Utama KAI dalam rapat DPR.

Proyek strategis nasional KCJB diketahui menelan biaya hingga US$7,27 miliar atau setara Rp118,9 triliun, termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$1,2 miliar. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengusulkan restrukturisasi proyek dalam rapat Komisi VI DPR, Rabu (20/8/2025). “Masalah KCIC ini memang bom waktu. Kami akan berkoordinasi dengan Danantara untuk mencari solusi,” ujarnya.

DPR menyoroti serius persoalan utang Whoosh. Darmadi Durianto, anggota Komisi VI DPR, menyebut kerugian KCIC dalam dua tahun terakhir mencapai lebih dari Rp4 triliun, dengan beban tahunan sekitar Rp950 miliar.