DPR Ingatkan Risiko Tekanan Keuangan
Danantara dan KAI Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
1 Sep 2025 - 19:08
2 dari 2 halaman
Sementara itu, politikus PDIP Mufti Anam mengingatkan manajemen KAI agar tidak sepenuhnya bergantung pada Danantara. “Dirut KAI harus punya roadmap pembayaran utang Whoosh. Kalau tidak, beban KAI akan semakin besar,” katanya.
Ketua Komisi VI DPR, Anggia Ermarini, menilai kinerja KAI sebenarnya cukup baik, namun defisit tetap muncul akibat proyek Whoosh. “Kereta api seharusnya bisa laba tinggi, tapi karena Whoosh, justru defisit,” tegasnya.
Restrukturisasi keuangan KCIC kini menjadi langkah krusial agar beban utang Whoosh tidak semakin menekan kinerja PT KAI di masa mendatang. [aga]