Kedekatan RI-China Kembali Jadi Perhatian AS

Parade Militer China Menjadi Sorotan Global

5 Sep 2025 - 14:57
1 dari 2 halaman

Jakarta | Koranindependen.co – Parade militer China pada Rabu (3/9) yang dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, serta Presiden RI Prabowo Subianto, memicu sorotan global. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan menuding adanya konspirasi antara para pemimpin dunia tersebut.

“Semoga Presiden Xi dan rakyat China yang luar biasa merayakan hari perayaan yang agung dan abadi. Mohon sampaikan salam hangat saya kepada Vladimir Putin, dan Kim Jong Un, saat kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat,” tulis Trump.

Sorotan Washington terhadap kedekatan Indonesia-China bukanlah hal baru. Pada 30 September 1956, Presiden Soekarno juga pernah menjadi perhatian khusus AS saat melakukan kunjungan bersejarah ke Beijing.

Sambutan China kala itu begitu meriah. Soekarno dijemput langsung Mao Zedong dan Zhou Enlai, lalu diarak dengan mobil terbuka sejauh 15 kilometer di jalanan Beijing, disambut ratusan ribu warga yang meneriakkan “Selamat Datang” dan “Merdeka!”.

Namun, bagi AS, kunjungan itu memicu kekhawatiran. CIA memantau ketat perjalanan Soekarno ke 17 kota di China selama dua pekan. Dalam dokumen yang dibuka pada 2003, intelijen AS mencatat sikap Soekarno yang terbuka mendukung klaim Beijing atas Taiwan. Ia bahkan menyebut persahabatan Indonesia-China sebagai hubungan yang “tak tergoyahkan” dan mengundang Mao Zedong berkunjung ke Indonesia.