BANDA ACEH — Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Rencong melalui kolaborasi bersama regulator dan insan media.
Komitmen tersebut disampaikan Regional CEO (RCEO) BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam kegiatan media gathering bersama insan pers di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan itu menjadi momentum mempererat sinergi antara BSI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta media dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perbankan syariah sebagai penggerak ekonomi daerah.
Imsak Ramadhan menegaskan, BSI hadir bukan sekadar sebagai lembaga keuangan syariah, melainkan representasi wajah baru perbankan syariah Indonesia yang modern, inklusif, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“BSI menjadi cerminan wajah perbankan syariah Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat,” ujar Imsak.
Menurutnya, Aceh memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi syariah nasional karena penerapan syariat Islam yang menjadi fondasi kuat tumbuhnya industri keuangan syariah.
Karena itu, BSI terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan media agar berbagai kritik maupun masukan dapat menjadi bahan evaluasi demi peningkatan kualitas layanan.
“Di Aceh tantangannya memang besar karena BSI selalu menjadi sorotan publik. Sedikit saja ada persoalan pasti menjadi perhatian. Namun kami sangat terbuka terhadap masukan yang membangun demi perbaikan layanan ke depan,” katanya.