Jika kondisi ini terus berlanjut, kita berisiko kehilangan satu generasi. Generasi yang tidak diberi ruang untuk belajar dengan layak, yang kepercayaannya pada negara terkikis sejak muda, dan yang melihat elit politik lebih sibuk memperkaya diri daripada memperjuangkan masa depan mereka.
Pemerintah seharusnya sadar bahwa setiap rupiah yang salah kelola hari ini adalah masa depan yang dikorbankan. Anak muda tidak boleh hanya dijadikan jargon kampanye atau simbol harapan kosong. Mereka harus benar-benar menjadi prioritas dalam kebijakan.
Bangsa ini hanya akan maju jika anak mudanya diberdayakan, bukan dipinggirkan. Karena pada akhirnya, mereka bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga saksi dari keputusan-keputusan hari ini. Dan sejarah akan mencatat: apakah kita memberi mereka warisan keadilan, atau meninggalkan beban yang membuat mereka kehilangan harapan. [aga]