Koranindependen.co | Setiap bangsa selalu menaruh harapan pada generasi mudanya. Namun, bagaimana mungkin anak muda Indonesia bisa menyongsong masa depan dengan optimisme jika kebijakan hari ini justru menggadaikan kesejahteraan mereka?
Pemangkasan anggaran daerah membuat banyak sekolah kekurangan fasilitas, guru kesulitan mengakses pelatihan, dan program pendidikan lokal terhambat. Ironisnya, program nasional seperti makan gratis dipromosikan besar-besaran, seolah itu cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan pendidikan. Padahal, anak muda butuh lebih dari sekadar makanan gratis: mereka butuh akses pendidikan berkualitas, lapangan kerja, dan ruang untuk berkembang.
Di sisi lain, kenaikan pajak yang membebani keluarga membuat banyak orang tua harus berpikir ulang untuk membiayai kuliah anaknya. Tidak sedikit pula anak muda yang akhirnya terpaksa bekerja lebih awal, meninggalkan mimpi mereka demi membantu orang tua bertahan hidup.