Program kedua yakni verifikasi ulang Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI, Akhmad Munir mengungkapkan terdapat sekitar 2.500 KTA ganda yang perlu diverifikasi kembali. Kita ingin memastikan keabsahan dan legalitas setiap anggota PWI,hanya mereka yang sah dan terverifikasi yang berhak membawa nama organisasi, ujarnya.
Program ketiga adalah mensukseskan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan diselenggarakan di Serang, Provinsi Banten, pada 6–10 Februari 2026 mendatang. “HPN bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat profesionalitas wartawan dan memperkokoh hubungan dengan pemerintah serta masyarakat, kata Munir.
Sementara program keempat yakni penyempurnaan kembali PD/PRT PWI menjadi AD/ART. Langkah ini diambil untuk memperbaiki kelemahan sistem pengelolaan organisasi yang selama ini kerap menimbulkan perbedaan tafsir dan dualisme kepengurusan di sejumlah daerah.
Sementara Ketua PWI Kabupaten Aceh Barat, Sa’dul Bahri, menyampaikan harapannya agar Ketum PWI Pusat dapat melibatkan seluruh ketua PWI kabupaten/kota dalam kongres nasional mendatang.
Ia menilai, keterlibatan para ketua daerah sangat penting agar suara dari bawah bisa didengar langsung oleh pengurus pusat.
Kami berharap dalam pelaksanaan kongres nanti seluruh ketua PWI kabupaten/kota dapat diundang untuk hadir, minimal sebagai peninjau jika belum bisa menjadi peserta penuh.