Bupati Aceh Barat: Nelayan Tak Bisa Melaut Akibat Sedimentasi Pasca Banjir, Pemerintah Siapkan Bantuan
MEULABOH, Koranindependen.co - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat berdampak besar terhadap aktivitas nelayan. Akibat sedimentasi di muara sungai, banyak boat nelayan kandas dan tidak bisa melaut selama sepekan terakhir.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, menyampaikan bahwa lumpur yang terbawa arus banjir telah menumpuk di area muara sehingga menutup jalur keluar masuk kapal nelayan. Kondisi ini membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas melaut yang menjadi sumber penghidupan utama.
“Para nelayan tidak bisa melaut akibat efek banjir. Boat kandas karena sedimentasi yang disebabkan oleh meluapnya air sungai yang membawa lumpur,” ujar Bupati Tarmizi, Sabtu (6/12).
Ia menjelaskan, sebagian besar nelayan di Aceh Barat menggantungkan hidup dari hasil melaut harian dengan pendapatan antara Rp70.000 hingga Rp100.000 per hari. Pendapatan itu biasanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga keesokan harinya.
“Selama ini sudah seminggu mereka tidak melaut. Mereka membutuhkan bantuan logistik dan juga alat berat untuk pengerukan muara,” katanya.