Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh, Bupati Aceh Barat: Bencana Mengajarkan Kita Arti Iman dan Kebersamaan
“Kami turun langsung ke lapangan. Ada desa yang 80 hingga 90 persen sawahnya tidak bisa lagi digunakan. Artinya, masyarakat kehilangan pendapatan untuk tiga hingga enam bulan ke depan. Ini ujian yang sangat berat,” ungkapnya.
Bupati juga menyoroti hilangnya rasa aman di tengah masyarakat. Setiap hujan deras, warga diliputi kecemasan dan sebagian terpaksa mengungsi. Relokasi pun bukan perkara mudah karena menyangkut ikatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Tarmizi menyampaikan keprihatinan mendalam kepada seluruh warga terdampak bencana. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir bersama instansi terkait dalam penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi pascabencana.
Melalui doa bersama, ia mengajak memanjatkan doa agar para syuhada korban tsunami dan bencana lainnya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Peringatan ini juga menjadi pengingat akan kecilnya manusia di hadapan kuasa Allah serta pentingnya memperkuat iman, kebersamaan, dan semangat bangkit.
Disisi lain, Tarmizi turut mengapresiasi solidaritas berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, TNI-Polri, LSM, mahasiswa, relawan, hingga masyarakat yang bahu-membahu membantu korban bencana. Ia mengajak masyarakat untuk terus saling tolong-menolong, sekecil apa pun bantuan yang diberikan.
“Daripada menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, lebih baik kita sisihkan rezeki untuk membantu saudara-saudara kita. Insyaallah menjadi amal jariyah,” pesannya.