Resensi Film

NOEH (Pasung): Melucuti Rantai, Menguliti Prasangka

15 Feb 2026 - 16:15
Penulis menonton Film NOEH di dalam hujan lebat. Insert: para penonton sebelum dan setelah hujan. (Foto: Ral-Edt)
3 dari 3 halaman

Dalam konteks Aceh, langkah ini terasa penting. Jika setiap dinas dan institusi memberi ruang serupa bagi karya film edukatif, bukan mustahil industri kreatif lokal menemukan momentumnya. NOEH mungkin bukan mahakarya, tetapi ia adalah penanda -- bahwa sinema bisa menjadi jembatan antara rumah sakit dan masyarakat, antara stigma dan pemahaman.

Dan malam itu, di bawah hujan lebat yang tak menyurutkan langkah, rantai tersebut -- setidaknya di layar film -- akhirnya terlepas. (* Yusrizal Ibrahim Lamno, adalah Warga Banda Aceh, pemerhati sosial, seni, budaya, dan politik, yang Peduli pada Kemaslahatan Bangsa)

Berikut ini link Film NOEH:

https://youtu.be/Xos7wTjwAOs?si=qqAVi6fqKlYFoa3e