SEKDA ACEH TEKANKAN KEWIRAUSAHAAN DAN INTEGRITAS PADA WISUDA UNIVERSITAS WIDYA MATARAM
Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga menyoroti pentingnya kewirausahaan sebagai kunci dalam menghadapi bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2030.
Menurutnya, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3,29 persen, tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain. Sementara itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
“Ke depan, tantangan kita bukan hanya menambah jumlah pelaku usaha, tetapi mendorong lahirnya wirausaha yang mampu naik kelas, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, bonus demografi dapat menjadi peluang sekaligus risiko apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja.