“PD-PKPNU bukan sekadar pendidikan organisasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta penanaman nilai-nilai keislaman yang moderat dan cinta tanah air. Kader yang lahir dari proses ini diharapkan mampu menjadi perekat persatuan, menjaga kerukunan umat, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar H. Shaifuddin Fuady.
Alumni PD-PKPNU Angkatan I Aceh itu menambahkan bahwa proses kaderisasi bukan hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan keorganisasian, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, memperkuat komitmen keumatan, serta melahirkan kader yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Mantan Ketua PC PMII Semarang tersebut juga menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. Menurutnya, keberhasilan Nahdlatul Ulama menjaga eksistensinya hingga saat ini tidak terlepas dari sistem kaderisasi yang berjenjang, terarah, dan berkelanjutan.