Festival QRIS 2026 Jadi Ruang Nyata Inklusi Ekonomi, FKM BKA YWU Buka Akses Pasar, Karier, dan Ruang Ekspresi bagi Penyandang Disabilitas
Banda Aceh | KORANINDEPENDEN.CO - 18 Agustus 2026 — Festival QRIS 2026 Pasar Atjeh tidak hanya menghadirkan transaksi digital, bazar UMKM, dan promosi ekonomi lokal. Festival yang berlangsung pada 11–17 Agustus 2026 di Gedung Pasar Atjeh Baru, Banda Aceh, juga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, memasarkan produk, membangun kepercayaan diri, serta memperluas akses terhadap kesempatan sosial dan ekonomi.
Dalam rangkaian kegiatan pada Minggu, 16 Agustus 2026, FKM BKA YWU bersama komunitas disabilitas dan Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadirkan booth yang memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk hasil karya penyandang disabilitas. Sebanyak 21 jenis produk dipasarkan, mulai dari lukisan, kotak tisu, bantal, guling, kotak penyimpanan, telur asin, peyek, aksesori resin, totebag, payung, tudung saji, taplak meja, hingga pakaian Aceh dan sejumlah buku karya pendidik.
Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi hadir sebagai pelaku ekonomi yang memproduksi, menawarkan, dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Beberapa produk yang dipasarkan juga berasal dari perempuan penyandang disabilitas yang menjalankan usaha secara mandiri.
Koordinator stan, sekaligus Program Manager FKM BKA YWU, T. Putri Melza Chamela, menjelaskan bahwa kehadiran FKM BKA YWU di Festival QRIS merupakan bagian dari upaya membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk memperkenalkan kemampuan dan hasil karya mereka kepada masyarakat.
“Ruang ekonomi harus menjadi ruang yang dapat diakses semua orang. Ketika teman-teman disabilitas diberi kesempatan untuk memasarkan produknya, bertemu pembeli, menjelaskan hasil karyanya sendiri, dan memperoleh apresiasi, di situlah inklusi ekonomi mulai terjadi secara nyata,” ujar Putri Melza dalam konteks keterlibatan FKM BKA YWU pada festival tersebut.
Selain membuka akses pasar, FKM BKA YWU juga terlibat dalam booth karier yang mempertemukan masyarakat dengan potensi dan keterampilan penyandang disabilitas. Ruang ini menjadi bagian penting karena persoalan yang dihadapi perempuan dan anak muda penyandang disabilitas bukan hanya keterbatasan kesempatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga akses terhadap pelatihan, informasi, jejaring, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan.
Pada sore hari, tim FKM BKA YWU turut mengisi talkshow pada pukul 16.00 WIB yang membahas pengalaman dan tantangan perempuan penyandang disabilitas dalam memperoleh kesempatan, kemandirian, serta partisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dialog tersebut menekankan bahwa perempuan dengan disabilitas memiliki hak dan potensi yang sama untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pengembangan keterampilan, serta kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan.
Pesan tersebut merupakan bagian dari kerja FKM BKA YWU yang lebih panjang. Sebagai organisasi yang dibangun oleh dan untuk perempuan dengan disabilitas, FKM BKA YWU selama ini bekerja untuk mengurangi diskriminasi dan hambatan struktural yang membatasi partisipasi perempuan dengan disabilitas dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pengambilan keputusan. Organisasi ini menggunakan pendekatan berbasis komunitas, penguatan kapasitas, penelitian partisipatif, serta advokasi kebijakan.