Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan

22 Aug 2026 - 22:25
Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menghadirkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. dan Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si. sebagai narasumber dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu, 19 Agustus 2026. Foto : Ist.
1 dari 3 halaman

Lhokseumawe, koranindependen.co- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menghadirkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. dan Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si. sebagai narasumber dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu, 19 Agustus 2026.


 

Kehadiran dua pimpinan TNI-Polri itu menjadi bagian dari pembekalan karakter dan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa baru. Kampus, dalam konteks ini, tidak semata menjadi ruang untuk mengasah kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga tempat membangun disiplin, integritas, kesadaran hukum, serta tanggung jawab sebagai warga negara.


 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan membawakan materi bertajuk “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Jati Diri Negara.” Ia mengajak mahasiswa memahami kembali fondasi kehidupan kebangsaan Indonesia yang bertumpu pada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.


 

Menurut Ahzan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi terdidik tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga dituntut memiliki kesadaran untuk mematuhi hukum, menghormati hak orang lain, menjaga persatuan, berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, merawat lingkungan dan budaya, serta menggunakan media sosial secara bijak.


 

Pesan itu menjadi semakin relevan ketika kehidupan mahasiswa hari ini nyaris tidak memiliki jarak dengan ruang digital. Dalam materinya, Ahzan menempatkan tantangan jati diri di era globalisasi dan digital sebagai salah satu isu penting. Ia menyoroti masuknya berbagai budaya global, konsumerisme dan individualisme, penyebaran hoaks dan disinformasi, polarisasi di media sosial, menurunnya kepedulian terhadap budaya lokal, hingga konflik akibat perbedaan identitas.