“LPTQ ini menjadi wadah bagi semua generasi yang memiliki potensi untuk direkrut dan dibimbing. Apalagi kita merupakan kecamatan besar yang memiliki 75 desa. Semakin banyak yang terlibat, semakin banyak pula generasi berbakat yang dapat kita temukan,” katanya.
Kamaruddin menyebut persiapan peserta akan segera dilakukan mengingat MTQ Aceh Utara dijadwalkan berlangsung pada November 2026, jika tidak terjadi perubahan jadwal.
Dorongan untuk meraih prestasi lebih tinggi disampaikan Abon H. Mandawali. Ia meminta Lhoksukon sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Utara berani memasang target juara pertama.
“Bagaimana caranya Lhoksukon, karena merupakan ibu kota Aceh Utara, harus juara satu. Kita iringi dengan usaha dan doa,” pesannya.
Ia mengibaratkan kekompakan seluruh unsur LPTQ seperti sapu lidi yang akan kuat apabila bersatu dalam satu tujuan.
“Kita harus menjadi seperti sapu lidi. Kalau kita bersatu dan kompak, insyaallah akan menjadi kuat,” ujarnya.
Usai acara, saat ditemui media, Anggota DPRK Aceh Utara sekaligus Dewan Penasehat LPTQ Lhoksukon, Tgk. T. Syeh Zubaili, S.Sos.I., menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut.
Menurutnya, penguatan kelembagaan LPTQ harus diikuti dengan pembinaan yang serius dan berkelanjutan agar target prestasi yang telah ditetapkan dapat diwujudkan.