Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, pembinaan adat di kabupaten/kota, hingga upaya menjaga warisan budaya Aceh agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Menanggapi undangan tersebut, Tgk. Muslim Yusva menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua serta seluruh jajaran pengurus MAA. Ia menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dan bekerja sama dalam berbagai upaya memajukan adat dan budaya Aceh.
“Adat Aceh adalah jati diri kita, warisan leluhur yang tidak boleh kita biarkan pudar. Adat yang bersendikan hukum dan hukum yang bersendikan Kitabullah. Prinsip ini harus kita jaga bersama,” kata Tgk. Muslim Yusva.
Ia menegaskan, pelestarian adat tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, adat dan budaya Aceh perlu terus dikembangkan agar tetap relevan, namun tetap berpegang pada nilai-nilai syariat Islam dan tidak kehilangan jati diri.
“Insya Allah, apa pun yang dapat saya bantu, saya siap berbakti untuk adat dan bangsa Aceh,” ujarnya.