Dalam pertemuan tersebut, Tgk. Muslim Yusva juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama, pemangku adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat Aceh.
Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi penting agar nilai-nilai adat tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat diterapkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh musyawarah. Para peserta berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan adat, pelaksanaan tradisi, serta tantangan pelestarian budaya Aceh di tengah perubahan sosial.
Pada akhir pertemuan, para pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi. Sejumlah program dan kegiatan bersama akan diarahkan pada upaya menjaga adat istiadat Aceh, memperkuat nilai-nilai budaya, serta memastikan warisan tersebut tetap relevan dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama agar ikhtiar menjaga adat dan budaya Aceh mendapat keberkahan serta senantiasa berada dalam koridor nilai-nilai Islam. (Murhaban)