Dari Publikasi Menuju Hilirisasi, Semnas ke-10 PNL Bahas Masa Depan Riset Nasional
“Perguruan tinggi, khususnya politeknik, harus mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat. Transformasi digital menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian,” ungkapnya.
Muhammad Arhami juga mendorong para dosen dan peneliti untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, memperluas kolaborasi penelitian lintas institusi, serta mengembangkan inovasi yang memiliki potensi implementasi dan komersialisasi.
“Publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari kemajuan akademik. Namun, keberhasilan sebuah penelitian juga harus tercermin dari sejauh mana hasilnya dapat dimanfaatkan, dikembangkan menjadi inovasi, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan,” tambahnya.
Dalam orasi ilmiahnya, Dirjen Risbang Kemendiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, memaparkan arah transformasi kebijakan riset nasional yang semakin berorientasi pada pemecahan masalah, penguatan kolaborasi, dan penciptaan nilai tambah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan riset nasional diarahkan pada lima bidang strategis, meliputi ketahanan pangan dan kesehatan, energi baru dan terbarukan, semikonduktor dan kecerdasan buatan serta ekonomi digital, hilirisasi dan reindustrialisasi, serta pertahanan dan material maju.
Kelima bidang tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian teknologi, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat.
Dirjen Fauzan menekankan pentingnya membangun kemitraan multipihak yang melibatkan perguruan tinggi, BUMN, industri dalam dan luar negeri, pemerintah daerah, organisasi, perusahaan rintisan, investor, serta kementerian dan lembaga.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun prototipe, tetapi dapat berkembang menjadi produk inovatif, teknologi tepat guna, dan solusi yang memiliki nilai ekonomi serta manfaat sosial.
Dalam paparannya, Dirjen Fauzan juga memperkenalkan pendekatan Dual-Track Strategy, yakni strategi pengembangan riset melalui dua jalur yang saling melengkapi, yaitu pendekatan horizontal dan vertikal.