Dari Publikasi Menuju Hilirisasi, Semnas ke-10 PNL Bahas Masa Depan Riset Nasional

21 Oct 2026 - 15:42
Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi industri melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ke-10 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Utama PNL, Rabu (21/10/2026). Foto : Ist
3 dari 3 halaman

Pendekatan horizontal diarahkan untuk memperluas pemerataan kapasitas dan kesempatan penelitian, sedangkan pendekatan vertikal berfokus pada penguatan riset strategis yang memiliki potensi dampak nasional lebih besar.


 

Strategi tersebut menempatkan peningkatan kapasitas peneliti dan pencapaian dampak riset sebagai dua agenda yang berjalan beriringan, sehingga penguatan ekosistem penelitian dapat menghasilkan kontribusi yang semakin nyata bagi pembangunan nasional.


 

Lebih lanjut, Dirjen Fauzan memaparkan arah pengembangan tujuh klaster program riset dan pengembangan tahun anggaran 2027, yang mencakup riset fundamental, pengabdian kepada masyarakat, penguatan pusat dan fasilitas riset, kemitraan, hilirisasi, komersialisasi, serta pengembangan talenta riset.


 

Ketujuh klaster tersebut menggambarkan upaya membangun ekosistem penelitian yang terintegrasi, mulai dari pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, kolaborasi industri, hingga pemanfaatan dan komersialisasi hasil inovasi.


 

Dalam konteks hilirisasi riset strategis, ia turut memaparkan sejumlah fokus pengembangan, antara lain ketahanan energi, percepatan pengelolaan sampah, ketahanan kesehatan, ketahanan pangan dan air, serta digitalisasi berbasis kecerdasan buatan, semikonduktor, dan robotika.


 

Arah kebijakan tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup berperan sebagai pusat produksi pengetahuan, tetapi juga harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi melalui keterhubungan yang kuat antara peneliti, pemerintah, industri, dan masyarakat.


 

Bagi PNL, penyelenggaraan Seminar Nasional ke-10 menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah daerah.


 

Melalui forum ilmiah ini, PNL diharapkan terus melahirkan penelitian terapan yang inovatif, adaptif terhadap transformasi digital, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional. Keberhasilan riset tidak semata diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan solusi, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


 

Seminar Nasional ke-10 PNL turut dihadiri Bupati Bireuen, H. Mukhlis Takabeya, perwakilan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, jajaran manajemen PT Pupuk Iskandar Muda, PT Perta Arun Gas, dan PT Pema Global Energi, Wakil Rektor I Universitas Malikussaleh, jajaran manajemen Politeknik Negeri Lhokseumawe, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. []